Permasalahan sosial (Tawuran)

16.30 ReynoAR 0 Comments

Pengertian Tawuran


 Tawuran adalah prilaku agresi dari seorang individu atau kelompok.Agresi itu sendiri diartikan sebagai suatu cara untuk
melawan dengan sangat kuat,menyerang,membunuh atau menghukum orang lain,dengan kata lain agresi secara
singkat didefinisikan sebagai tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik orang lain
Faktor Penyebab Tawuran


Secara umum factor-faktor penyebab tawuran antar pelajar dibagi menjadi 4 faktor,yaitu :
- faaktor internal.faktor ini biasanya timbul akibat seorang anak tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang
kompleks.kompleks disini adanya perbedaan pandangan,budaya,tingkat ekonomi,dll.situasi inilah yang biasanya
menimbulkan tekanan mental pada remaja.mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri biasanya cenderung melarikan
diri dari masalah,menyalahkan pihak lain dan menggunakan cara yang singkat untuk memecahkan masalah.
- faktor keluarga.lingkungan keluarga berperan dalam proses pembentukan mental dan karateristik remaja,jadi jika
remaja dibesarkan dalam keluarga yang penuh kekerasan dan mempunyai banyak masalah,berarti dia secara tidak
langsung belajar mengikuti kebiasaan yang ada ddalam ligkungan keluarga.
- faktor sekolah.inilah yang menjadi akar dari permasalahan tawuran antar pelajar sekarang.sekolah adalah media yang
paling berpengaruh dalam proses pembentukan karakter seorang remaja,karena hampir 90% waktu kita selama seharihari
kita habiskan di sekolah.sampai sekarang sekolah masih diangap sebagai tempat yang mebosankan hampir seluruh
siswa,yang menjadi landasan mereka mengambil argument seperti itu karena.lingkungan yang tidak nyaman (fasilitas
yang kurang memadai,proses pembelajaran yang monoton,peraturan yang dirasa mengekang,kedisiplinan guru,dll) halhal
inilah yang menjadi akar permasalah ini,siswa yang sudah sering mendapat perlakuan ini cenderung lebih banyak
melakukan sesuatu di luar sekolah ,yang tidak dapat di awasi oleh pihak sekolah,dan akan membawa teman-temannya
untuk mengikuti apa yang menjadi keinginannya.
- faktor lingkungan.ini juga adalah factor yang mempengruhi dalam perkembangan pola pikir siswa.dan sangat
berkaitan dengan seluruh factor-faktor yang dipaparkan di atas.karena apaun bentuk persoalannya pasti di awali dari
lingkungan tempat mereka .termasuk yang sangat berpengaruh adalah lingkungan sekolah,seperti apa yang tadi di
paparkan di atas.

Pihak Yang Terlibat Tawuran


Tawuran pada dasarnya hanya dilakukan oleh para preman yang tidak bermoral,namun pada periode tahun 1997-1999
tawuran sudah didominasi oleh anak-anak sekolah yang sebagian besar adalah para pelajar STM dan SMK,tapi saat ini
tidak hanya dilkalangan itu saja,SMA,mahasiswa,hingga SMP juga sudah banyak terlibat kegiatan tawuran ini.

Senjata Pada Saat Tawuran


Senjata-senjata yang digunakan pada saat tawuran antara lain,benda-benda tajam,contohnya adalah pedang
samurai,kopel,gesper berkepala gear,bom molotof,dll.Apabila seorang tidak membawa senjata,dia akan menggunakan
batu,kayu,atau bamboo untuk melawan,senjata tersebuat biasanya mereka sembunyikan di kantin atau semaksemak,
bahkan ada yang didalam langit-langit kelas mereka.


PANDANGAN SISWA TERHADAP TAWURAN


Secara umum siswa-siswa yang tidak terlibat tawuran memandang tawuran adalah sesuatu hal yang tabu dan tidak
baik dilakukan oleh seorang pelajar.mereka mengangap tawuran adalah sesuatu tindak criminal yang hanya dapat
menyusahkan masyarakat,keluarga,dan teman saja.dan merupakan tindakan yang tidak bermoral.

PANDANGAN PELAKU TERHADAP TAWURAN


Jika ditanya pandangan pelaku tentang tawuran itu sendiri,mungkin jawabannya akan sangat kontras dengan
pandangan siswa yang tidak pernah mengikuti tawuran,mereka menganggap tawuran sebagai sarana pencarian dan
pembuktian jati diri dari mereka,dan juga sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antar mereka,dan mereka
mengaggap ada kesenangan tersendri dari tawuran tersebut,yang tidak dapat gambarkan,(menurut beberapa pelaku)

DAMPAK DARI TAWURAN PELAJAR


Jelas bahwa tawuran antar pelajar sangan merugikan banyak pihak.paling tidak ada 4 katagori dampak negative dari
perkelahian antar pelajar.PERTAMA.pelajar(dan keluarganya tentunya) yang telibat tawuran jelas mengalami
dampaknya,contohnya apabila anak tersebut cidera atau bahkan tewas dalam kejadian itu.KEDUA.rusaknya sarana dan
fasilitas umum seperti,toko,bus,halte,dll.KETIGA.yang cukup mengkhawatirkan adalah berkurangnya rasa kepercayaan
dari pihak sekolah kepada si pelaku tawuran.padahal hal inilah yang membuat anak tersebut malah akan melakukan lagi
kejadian-kejadian seperti ini.

0 komentar:

Tingginya Angka Pengangguran di Indonesia

16.17 ReynoAR 0 Comments



Tenaga kerja dan tingginya tingkat pengangguran di Indonesia memang selalu menjadi polemic yang tidak pernah ada habisnya. Selain karena sumber daya manusia yang kurang berkualitas, kurangnya jumlah lapangan pekerjaannpadat karya yang mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mendorong tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.
Perdebatan dan polemic di tingkatan elit politik dan stakeholder di Indonesia seputar tingginya tingkat pengangguran. Ini bukanlah hal baru, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang dirilis BPS tahun 2011 sudah mencapai 241 juta jiwa menambah kompleks permasalahan yang ada di Republik tercinta kita ini.

Di Negara kita banyak yang memiliki gelar sarjana namun tidak memiliki pekerjaan. Mulai dari sarjana ekonomi, sarjana hukum, sarjana computer, dan masih banyak sarjana-sarjana yang lainnya. Kebanyakan dari mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tingginya itu menjadi seorang pengangguran. Namun, banyak pula yang tetap berusaha untuk mencari pekerjaan.
Seorang pengamat tenaga kerja dari Serang, Banten Darlaini Nasution, S.E mengatakan bahwa ada tiga factor mendasar yang menjadi penyebab masih tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.
Ketiga factor tersebut adalah ketidaksesuaian hasil yang dicapai antara pendidikan dengan lapangan kerja, ketidakseimbangan permintaan dan penawaran terhadap jasa manusia, dan yang terakhir kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
Angka pengangguran terbuka di Indonesia masih mencapai angka 8,12 juta jiwa. Angka tersebut belum termasuk dalam pengangguran setengah terbuka, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 30 jam perminggu. Masih tingginya angka pengangguran di Indonesia harus diatasi dengan menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi unggul.
Hal itu disampaikan Menteri Tenaga KErja dan Transmigrasi RI, Muhaimin Iskandar dalam sambutannya pada pembukaan Nakertrans Expo 2011 di Pusat Promosi dan Informasi Bisnis Kota Tegal, Jawa Tengah, Selasa (21/06/2011). Menurutnya banyak perangkat yang harus dipersiapkan untuk mengatasi pengangguran.
Salah satunya yaitu dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkompetensi unggul. Selama ini dalam kegiatan bursa kerja-seperti yang diselenggarakan di Tegal pada hari itu-biasanya lowongan kerja hanya terisi sekitar 50%. Hal itu terjadi karena kompetensi yang disyaratkan perusahaan pencari tenaga kerja tidak mampu dipenuhi oleh para calon tenaga kerja. Oleh karena itu menurut Muhaimin, tenaga kerja harus disiapkan dengan baik.

0 komentar: